Peringatan Isra’ Mi’raj : Lebih Mencintai Allah swt dan Ilmu Agama
Tim Jurnalistik Spenzaga – Sabtu, 1 Februari 2025

PURBALINGGA – Sabtu, 1 Februari 2025, SMPN 1 Purbalingga memperingati Isra’ Mi’raj yang diisi dengan tausiyah bersama Ustadz Hanif Ahmas, S. Th. I, M. Hum atau yang biasa disapa dengan Ustaz Hanif. Warga sekolah sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut dan berkumpul di lapangan basket SMP N 1 Purbalingga pada pukul 07.10 – 08.15 WIB.
Ketua Pengurus Rohani Islam SMPN 1 Purbalingga, Keenan Danu Nugroho Soegiehartoe mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk memperingati peristiwa penting yakni ketika Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram menuju Sidratul Muntaha, serta untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga sekolah.
Ustaz Hanif mengawali ceramah dengan menceritakan kisah seorang saudagar dan ahli ibadah bernama Abdullah Al-Faraj yang sedang mencari seorang pekerja, sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang pemuda yang hanya ingin diberi upah senilai 1 dirham dan 1 danik, serta kebebasan untuk beribadah ketika sudah waktunya. Tapi tak disangka, pemuda tersebut adalah anak dari Khalifah Harun Ar-Rasyid yang pergi mencari ilmu agama dan berjanji tidak akan makan dari harta jabatan ayahnya. Kisah inspiratif tersebut tentu mengandung nilai-nilai positif yang bermanfaat dan menginspirasi bagi seluruh warga sekolah.
Ustaz Hanif mengaku senang berbagi ilmunya di SMP Negeri 1 Purbalingga karena para siswa dan bapak/ibu guru serta staf karyawan mendengarkan tausiyahnya dengan antusias. Beliau pun berpesan, “Sesungguhnya Allah Ta’ala mengagumi anak-anak muda yang mereka tumbuh kembang dalam keadaan tidak memiliki syahwah, yakni kecenderungan anak muda untuk bersenang-senang, membuang-buang waktu, berhura-hura, dan lain sebagainya. Jadilah anak yang lebih mencintai akhirat daripada mencintai dunia.”
Beliau juga berharap semoga siswa-siswi SMPN 1 Purbalingga dapat menjaga adab ketika datang ke masjid, datang ke masjid dengan niat untuk ibadah, mensucikan diri dari segala dosa, dan memperbaiki hubungannya dengan Allah swt.

