HUBUNGI KAMI
Default Image
3, Feb 2025
Simulasi dan Sosialisasi Kebakaran Seru: Siswa Sangat Antusias, serta Siap Hadapi Kondisi Darurat!

Tim Jurnalistik SPENZAGA – Jumat, 24 Januari 2025

Sosialisasi dari Damkar Purbalingga di lapangan basket, Kamis 23 Januari 2025

PURBALINGGA – Kamis, 23 Januari 2025, SMP N 1 Purbalingga mengundang tamu spesial yang akan mengisi kegiatan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan P5 Tema ‘Gaya Hidup Berkelanjutan’ dengan Topik ‘Energi Terbarukan, Bumi Terselamatkan’. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 7, 8, dan 9 dengan penuh antusias. Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan basket ini, berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga pukul 10.30 WIB.

Kegiatan ini diisi oleh petugas Damkar Purbalingga. Perlu diketahui bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar sosialisasi, tetapi juga simulasi kebakaran dan cara menanganinya. Sebelum kegiatan dimulai, para siswa melakukan senam bersama yang diiringi lagu ‘Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat?’, untuk meningkatkan kesehatan, kebugaran, dan kebahagiaan. 

Setelah melakukan senam, kegiatan sosialisasi dimulai dengan perkenalan dari petugas Damkar Purbalingga. Kedatangan mereka disambut meriah oleh para guru dan siswa, terlebih ketika mereka menyapa warga Spenzaga dengan semangat membara. Sorakan yel-yel dan tepukan tangan mengiringi pembukaan kegiatan tersebut. Seragam biru yang rapi menambah kesan ‘kharismatik’ dari para petugas.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, bahan dan alat yang diperlukan telah disiapkan sebelum Damkar datang. Bahan dan peralatan tersebut adalah minyak tanah/bensin, korek api, APAT (Alat Pemadam Api Tradisional), APAR (Alat Pemadam Api Ringan), ember, tong, pelepah pisang, Gas LPG, selang gas, regulator gas, dan selang Damkar.

Petugas Damkar memberikan sejumlah informasi mengenai api, segitiga api, jenis-jenis api, kebakaran, cara menangani kebakaran, dan masih banyak lagi. Setelahnya, hal baru mulai terjadi. Petugas Damkar dengan santai menyalakan api dengan bahan bakar Gas LPG, layaknya simulasi kebocoran gas dan kebakaran di rumah. Mereka mendemonstrasikannya di depan ratusan siswa disertai penjelasan yang singkat, padat, jelas, dan mudah dipahami.

Setelahnya, petugas Damkar menawarkan kepada siswa untuk mencoba menangani situasi semacam itu. Mereka diajarkan cara menghentikan semburan api ketika terjadi kebocoran gas semacam itu. Para siswa diajarkan untuk memisahkan antara oksigen dan bahan bakar, dengan cara menutup ujung selang gas atau regulator, maupun dengan melepas regulator gas.

Petugas Damkar memberikan simulasi dan sosialisasi mengenai cara penanganan dan pencegahan kebakaran, serta penggunaan alat pemadam api. Simulasi yang dilakukan setelahnya sangat beragam, mulai dari kemunculan api di atas wajan, cara pemadamannya dengan APAT dan APAR, hingga kebakaran di dalam tong besi dan langkah-langkah pemadamannya. Simulasi tersebut diikuti secara antusias oleh puluhan siswa yang penasaran dan ingin mencoba menjadi ‘pemadam cilik’.

Yudi Arif selaku koordinator Damkar Purbalingga berharap dengan adanya sosialisasi penanganan kebakaran ini, paling tidak siswa-siswi bisa mengerti bahaya kebakaran dan mencegahnya. Lebih lanjut, ia juga berharap kepada para siswa agar dapat menanggulangi kebakaran baik di lingkungan sekolah maupun rumah.

Seusai sosialisasi berakhir, kegiatan pada pagi itu ditutup dengan kegiatan yang tak kalah seru. Para petugas Damkar menyemprotkan air di lapangan dari selang pemadam. hal tersebut disambut meriah oleh para siswa yang tengah berada di lapangan. 

Hari itu menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan pengetahuan warga sekolah seputar bencana kebakaran.

Kegiatan sosialisasi ini mengajarkan kita pentingnya memanfaatkan energi dengan baik dan sebagaimana mestinya agar tidak terjadi bencana dan kerusakan yang menimbulkan berbagai kerugian. Kita juga harus menjaga dan melestarikan sumber energi yang ada di bumi, agar keturunan kita masih dapat memanfaatkannya. Api mengajarkan bahwa energi panas dan cahaya dapat memberikan manfaat bagi kita, sekaligus memberikan dampak buruk apabila tidak terkontrol dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Gelar Karya P5 : Langkah Nyata Siswa dalam Menerapkan Gaya Hidup Berkelanjutan

Tim Jurnalistik Spenzaga – Kamis, 20 Februari 2025 PURBALINGGA – Kamis, 20 Februari 2025, SMPN 1 Purbalingga melaksanakan gelar karya…

Kegiatan Sekolah

Edukasi Lingkungan, Sub Rayon 01 Purbalingga Usung Tema Pemanfaatan Barang Bekas menjadi Kostum Berkelas di Pawai HUT  ke-194 Purbalingga! Tim…

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!